Kebijakan Inggris yang menghapus sistem perbudakan memicu ketegangan dengan para petani keturunan Belanda (Boer), yang akhirnya melakukan migrasi massal ke wilayah pedalaman Afrika Selatan ( The Great Trek ).
Sebelum bangsa Eropa menginjakkan kaki di ujung selatan Afrika, wilayah yang sekarang menjadi Cape Town telah dihuni selama puluhan ribu tahun.
dari Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) mendirikan permukiman permanen pertama sebagai stasiun pasokan kapal yang berlayar menuju Hindia Timur (Indonesia). 2. Era Kolonial dan Perbudakan
Akhir abad ke-20 menandai babak baru yang penuh harapan bagi kota ini.
The apartheid regime also implemented a range of policies aimed at controlling the movement and behavior of people in Cape Town, including the creation of "pass laws" that restricted the movement of black people and the establishment of "homelands" or "Bantustans" that were designated as the official territories of specific ethnic groups.
Posisi geografis Cape Town menjadikannya titik strategis bagi jalur pelayaran perdagangan dunia antara Eropa dan Asia.
Jan van Riebeeck, mewakili kongsi dagang Hindia Timur Belanda (VOC), mendarat di Table Bay pada 6 April 1652. Tugas utamanya adalah mendirikan pos pembekalan makanan, air bersih, dan layanan medis bagi kapal-kapal VOC yang berlayar ke Nusantara (Indonesia).
Sisi paling kelam dalam riwayat Cape Town terjadi ketika Partai Nasional memenangkan pemilu pada tahun 1948 dan menerapkan kebijakan (pemisahan rasial secara legal).
Sebelum penjelajah Eropa menginjakkan kaki di ujung selatan Afrika, wilayah yang sekarang menjadi Cape Town telah dihuni selama ribuan tahun.